Langsung ke konten utama

Seminggu...

Kenapa seminggu yang kutulis dalam judul di atas?
Ceritanya begini, tulisan ini saya tulis setelah seminggu bahkan lebih untuk waktuku mendapat inspirasi dalam aku menulis.
Gimana lagi?! Aku kan masih belajar. Ini merupakan hari ke-6 bulan Ramadhan. So, kita pun sudah melaksanakan ibadah rukun iman yang ke-3 itu. Kita pun sudah melaksanakan Sholat Tarawih sebanyak 6x, tetapi aku baru 4x. He...3x.
lho kenapa..????
Ada berbagai alasan yang akan keluar dari mulutku ini, (Dasar malas !!) celutuk dari dasar hatiku ini. Tetapi hatiku yang lain berontak.. Aduh aku ini seperti punya kepribadian ganda aja ya Jeng?? He..33x. Vielleich Ja, vielleich Nein.
Kadang iman ini tinggi, kadang malah nyampe titik NOL(Kaya YOYo aja!!)
Berbicara mengenai Iman (ini bukan nama salah satu dosenku Lho?!). Tadi saat Sholat tharawih aku dapat ilmu mengenai Iman.
Sebelumnya pak Ustadz bertanya, "Jika bapak/ ibu disuruh mengali lubang sedalam 1 M untuk mendapatkan sebuah kompor, mau ato tidak??". Semua jamaah terdiam dan saling pandang satu sama lain.
Lho..apa hubungannya iman dengan kompor itu??!!
Kalau dinalar memang jauh sekali. Tapi dasar pak Ustadz, ada saja idenya.
Bulan kemarin pemerintah mencanangkan konversi minyak ke gas, yang ujung-ujungnya warga diberi kompor gratis dengan syarat mengurus KTP,Kartu Keluarga, dll.
Karena yang gratis-gratis itu para warga melakukan apa saja untuk mendapatkannya secara cuma-cuma, yaitu ya mengurus semua surat-surat tersebut ke kecamatan (Lha iyalah masa' merampok!) Padahal ada yang dari jauh, mereka berjubel antri, berdiri lama, berdesak-desakan bahkan saling maki jika bersenggolan.
Lalu apa hubungannya dengan iman tadi? Sabar........................
Bayangkan!!................................................................................................................
Kalian sudah membayangkan??? He..3x
Mengenai Iman tadi, bayangkan kita sudah diberi Allah SWT Oksigen gratis, tanah gratis, sinar matahari gratis, bahkan air pun gratis (walaupun kita tetep harus bayar ke PDAM tiap bulannya ya?) hanya dengan syarat, salah satunya sholat 5x dalam sehari. Itu pun jika dikalkulasi hanya +- 20 menit (misal rata-rata 4menit, meskipun ada yang 1 menit selesai) dalam sehari, tanpa harus berjalan jauh, antri, saling maki dsb. Bandingkan dengan program pemerintah dengan program Allah SWT ini!!
Tanya kenapa?????????????
Kembali ke masalah iman. Banyak dari kita mengesampingkan urusan beribadah dengan Allah dengan urusan lain yang tidak wajar, hanya karena hal-hal sepele, misal: kerja, belajar, bermain, tidur,dsb. Itu semua kan bisa di tunda, demi bersujud berbakti kepada sang Kholiq.
Untuk itu saya menulis ini semoga bermanfaat bagi saya maupun bagi pembaca yang budiman. Cieeeeeeeeeeeeee!!! (padahal penulis sendiri pun harus diingatkan imannya)
So, sholatlah 5 waktu dan jangan lupa selalu bersyukur kepada Allah SWT.
Met Puasa!!!!

Komentar

Anonim mengatakan…
By. Arka Nugroho Bin Suparno Hadi Suwarno.
Trucuk, Klaten punya




wah jadi ustad dalam sehari nih,
he.....he....
becanda boz



indahnya bulan ramadhan seindah ingin bertemu surga Alloh.
semua pilihan pasti ada alternatifnya.
semua makhluk ciptaan-Nya diciptakan berpasang-pasangan.


Seiring berjalannya waktu kita sambut bulan suci Ramadhan 1929 H,
Emansipasi dalam berbuat kebaikan terus ditingkatkan,
Perlu ibadah yang lebih baik untuk mendapat ridho Illahi,
Terutama hal yang wajib dan yang sunnah kita tingkatkan,
Empati terhadap orang lain untuk saling menghargai,
Mulai dari hal kecil untuk memperbaiki pribadi,
Bukan hanya untuk memperoleh pujian orang lain,
Emang harus dari sekarang kita mulai perubahan,
Rasakan semua perbedaan yang telah kita jalankan,




Sukses bro

Postingan populer dari blog ini

‘a priori’ dan ‘a posteriori’

  Imanuel Kant dalam Kritik der Reinen Vernunft , membedakan adanya tiga macam putusan (Kant, 1998) . Pertama, Putusan analitis apriori ; dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek, karena sudah termuat di dalamnya (m i salnya, setiap benda menempati ruang). Kedua, Putusan sintesis aposteriori , misalnya pernyataan “meja itu bagus” di sini predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalaman indrawi, karena dinyatakan setelah (=post, bahasa latin) mempunyai pengalaman dengan aneka ragam meja yang pernah diketahui. Dan ketiga, Putusan sintesis apriori ; disini dipakai sebagai suatu sumber pengetahuan yang kendati bersifat sintetis, namun bersifat apriori juga. Misalnya, putusan yang berbunyi “segala kejadian mempunyai sebabnya” (Burhanuddin, 2013) . Untuk merumuskan tiga macam putusan tersebut, Kant membedakan dua macam putusan, yaitu putusan analitis apriori dan putusan sintesis aposteriori (Noor, 2010) . Dalam putusan analitis yang bersifat aprior...
 

Penerapan Filsafat dan Idiologi Penulisan Artikel sebagai Kewajiban Publikasi Mahasiswa

Kebijakan Publikasi Ilmiah Publikasi ilmiah memiliki peran penting dan menjadi indikator kemajuan suatu negara. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, perguruan tinggi mewajibkan calon lulusan S-1, S-2, dan S-3 di Indonesia memublikasikan karya ilmiahnya di jurnal (Surat Edaran Dirjen Dikti 152 E T 2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah, 2012) . Selain itu, dosen di perguruan tinggi dan peneliti di litbang dalam proses penjenjangan jabatan wajib memublikasikan hasil penelitiannya melalui buku, prosiding, dan jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional (Peraturan Menteri Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor, 2017) . Baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa wajib memublikasikan hasil kerjanya dalam bentuk karya ilmiah yang bermutu. Ukuran mutu dapat ditetapkan berdasarkan pengakuan dari pihak luar yang netral dan bertanggung jawab. Deng...