Langsung ke konten utama

Bagaimana sistem mengajar mahasiswa KKN-PPL 2008 di SMAN 1 Wonosari?

Komentar

SYARIEF_RIEFFA mengatakan…
Media ini adalah media untuk kami Team KKN-PPL UNY 2008 di SMAN 1 Wonosari sebagai tempat menyampaikan pendapat,uneg-uneg, saran, kritik, maupun cacian kepada kami agar bermanfaat dan dapat kami gunakan sebagai pedoman melangkah ke depan dan dapat kami sampaikan kepada tim KKN-PPL selanjutnya. Danke, Nuwun, Merci, Arigato, Thanks,Terima kasih dan apapun yang tidak dapat kami sampaikan kepada Anda bila mengisi komentar ini. Aufwiedersehen!!!!!
ikafatimah mengatakan…
Sistem mengajarnya sebenarnya sudah cukup baik, tapi terkadang masih terdapat kesalahan di sana sini karena belum sepenuhnya menguasai materi, yang berarti, masih harus belajar dan belajar.Tapi, sebagai manusia biasa,itu merupakan hal yang wajar. Pesen ana, tolong ngajarnya yang asyik dan nggak ngebosenin, musti bener2 kreatif bikin program pembelajaran,ya!Tetep semangat!Ganbatte!

Postingan populer dari blog ini

‘a priori’ dan ‘a posteriori’

  Imanuel Kant dalam Kritik der Reinen Vernunft , membedakan adanya tiga macam putusan (Kant, 1998) . Pertama, Putusan analitis apriori ; dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek, karena sudah termuat di dalamnya (m i salnya, setiap benda menempati ruang). Kedua, Putusan sintesis aposteriori , misalnya pernyataan “meja itu bagus” di sini predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalaman indrawi, karena dinyatakan setelah (=post, bahasa latin) mempunyai pengalaman dengan aneka ragam meja yang pernah diketahui. Dan ketiga, Putusan sintesis apriori ; disini dipakai sebagai suatu sumber pengetahuan yang kendati bersifat sintetis, namun bersifat apriori juga. Misalnya, putusan yang berbunyi “segala kejadian mempunyai sebabnya” (Burhanuddin, 2013) . Untuk merumuskan tiga macam putusan tersebut, Kant membedakan dua macam putusan, yaitu putusan analitis apriori dan putusan sintesis aposteriori (Noor, 2010) . Dalam putusan analitis yang bersifat aprior...
 

Sulitnya belajar Filsafat

Kesulitan belajar menjadi salah satu kendala dalam terjadinya proses pembelajaran yang efektif (Mary, 2020) . Kesulitan belajar merupakan hambatan yang ditemui seseorang dalam belajar yang dapat muncul dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari luar diri siswa itu sendiri yang menyebabkan siswa tersebut tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran (Minarti et al., 2015) . Kesulitan belajar ini juga terjadi pada pembelajaran filsafat (Mary, 2020; Miswari, 2016; Supriyatin, 2022) . Pembelajaran filsafat merupakan proses pembelajaran yang menuntut untuk berpikir tentang sesuatu yang abstrak. Sesuatu yang abstrak yang mempengaruhi pola pikir dan sikap perbuatan mereka sendiri. Menurut Descartes (1955) filsafat merupakan kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. Kita berpikir itulah yang menyebabkan kita ada (Descartes, 1955) . Karena itu, penanda penting manusia hakikatnya adalah kemampuan berpikir itu sendiri. Lalu bagaimana manusia yang tidak...