Langsung ke konten utama

Berikan pendapat,saran,kritik buat saya pribadi tentang model mengajar saya. Danke schon!!!

Komentar

yura mengatakan…
Jujur, saya suka dengan metode yang Mz Arief berikan. Salah satunya dengan bernyanyi........karena dengan bernyanyi kita dapat mengenal kosa kata bahasa Jerman n skligus mudah diingat...Mahfud Suwono Jati
yura mengatakan…
Sampun sae Mz, gandeng awake dewe gor tonggo yw manut wae....Dwi Prihantono Jati Sugito/Mimen/RT
Anonim mengatakan…
a'O mzz...
doNNa niih...
hehehehe...
duUuh...
sayangnya aku nggak di ajar mz Syarief, jadi yaw aku nggak bisa ngasih komentar..
hehehehe....
tadi dipapan tulis ada alamat blognya mz Syarief...
ampe rumah aku buka dew..
heheehhe.....
yura mengatakan…
mas kalo ngajar yang jelas yaw mas....


trus lo jelasin jangan kayak ngmg sendiri yaw ms...

yang kers lo jelsin..

(ekawati&hilda)

kalo mau add fs kita
free_moonheart@apakabar.com - > hilda
rahya_putri@plasa.com - > ekawati
ntu sekaligus e-mail kita..
danke...
Anonim mengatakan…
mas sebenarnya tu secara keseluruhan sudah baik tp yo terlalu santai. Jadi beberapa siswa tu malah rame dhewe. Ning yo ra po2 dinx. Nanti kalo dah jadi guru,ditingkatke yo gokilnya
SYARIEF_RIEFFA mengatakan…
Terima kasih telah memberikan komentar kepada saya. Mohon yang belum secepatnya kasih komentar!! Danke

Postingan populer dari blog ini

‘a priori’ dan ‘a posteriori’

  Imanuel Kant dalam Kritik der Reinen Vernunft , membedakan adanya tiga macam putusan (Kant, 1998) . Pertama, Putusan analitis apriori ; dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek, karena sudah termuat di dalamnya (m i salnya, setiap benda menempati ruang). Kedua, Putusan sintesis aposteriori , misalnya pernyataan “meja itu bagus” di sini predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalaman indrawi, karena dinyatakan setelah (=post, bahasa latin) mempunyai pengalaman dengan aneka ragam meja yang pernah diketahui. Dan ketiga, Putusan sintesis apriori ; disini dipakai sebagai suatu sumber pengetahuan yang kendati bersifat sintetis, namun bersifat apriori juga. Misalnya, putusan yang berbunyi “segala kejadian mempunyai sebabnya” (Burhanuddin, 2013) . Untuk merumuskan tiga macam putusan tersebut, Kant membedakan dua macam putusan, yaitu putusan analitis apriori dan putusan sintesis aposteriori (Noor, 2010) . Dalam putusan analitis yang bersifat aprior...
 

Sulitnya belajar Filsafat

Kesulitan belajar menjadi salah satu kendala dalam terjadinya proses pembelajaran yang efektif (Mary, 2020) . Kesulitan belajar merupakan hambatan yang ditemui seseorang dalam belajar yang dapat muncul dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari luar diri siswa itu sendiri yang menyebabkan siswa tersebut tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran (Minarti et al., 2015) . Kesulitan belajar ini juga terjadi pada pembelajaran filsafat (Mary, 2020; Miswari, 2016; Supriyatin, 2022) . Pembelajaran filsafat merupakan proses pembelajaran yang menuntut untuk berpikir tentang sesuatu yang abstrak. Sesuatu yang abstrak yang mempengaruhi pola pikir dan sikap perbuatan mereka sendiri. Menurut Descartes (1955) filsafat merupakan kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. Kita berpikir itulah yang menyebabkan kita ada (Descartes, 1955) . Karena itu, penanda penting manusia hakikatnya adalah kemampuan berpikir itu sendiri. Lalu bagaimana manusia yang tidak...