Langsung ke konten utama

PERINGATAN HARI PERSATUAN NASIONAL JERMAN 2008 (Tag der deutschen Einheit 2008)

KEGIATAN

1. Seminar Nasional
”Pengelolaan Lingkungan Perkotaan : Hutan, Air dan Sampah”

Hari,Tanggal : Rabu, 5 Nov 2008

Waktu : 08.00–18.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Pembicara:

a. Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia*

b. Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia*

c. Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli (Pakar Hutan Kota)

d. Dr. Ir. Eko Sugiarto (Direktur Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM)

e. Dr. Ing. Ir. Agus Maryono (Pakar Hidrologi UGM)

f. Dr. Ir. Laretna T. Adishakti, M.Arch. (Pakar Tata Kota)

g. Ir. Bakti Setiawan, M.Sc., Ph.D (Pakar Penataan Ruang Publik Kota)

h. Endang Mulatsih (penggiat lingkungan Yogyakarta)


2. Pekan Film Jerman

Pemutaran Film Jerman serta bedah film Jerman dari Goethe Institut Indonesia dan Paguyuban Karl May Indonesia (PKMI).

Hari, Tanggal :Senin–Jum'at, 3-7 Nov 2008

Waktu :13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Ruang Seminar FBS UNY (Cine Club)

3. Aksi Penanaman Pohon
Hari, Tanggal : Kamis, 6 November 2008

Waktu : 08.00 – 13.00 WIB

Tempat : Desa Gamelan Kota Yogyakarta


PESERTA

a. Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia
b. BAPPEDA, BAPEDALDA, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tata Kota seluruh Indonesia.

c. Akademisi

d. Masyarakat umum


Sekretariat: German Corner PBBA UIN Sunan Kalijaga

Jl. Marsda Adisucipto Gd. Pusat Bahasa, Budaya dan Agama Lt.II

Telp : +62274-3046814 / Fax : +62274 550280 , HP. +6285643276389

Komentar

Postingan populer dari blog ini

‘a priori’ dan ‘a posteriori’

  Imanuel Kant dalam Kritik der Reinen Vernunft , membedakan adanya tiga macam putusan (Kant, 1998) . Pertama, Putusan analitis apriori ; dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek, karena sudah termuat di dalamnya (m i salnya, setiap benda menempati ruang). Kedua, Putusan sintesis aposteriori , misalnya pernyataan “meja itu bagus” di sini predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalaman indrawi, karena dinyatakan setelah (=post, bahasa latin) mempunyai pengalaman dengan aneka ragam meja yang pernah diketahui. Dan ketiga, Putusan sintesis apriori ; disini dipakai sebagai suatu sumber pengetahuan yang kendati bersifat sintetis, namun bersifat apriori juga. Misalnya, putusan yang berbunyi “segala kejadian mempunyai sebabnya” (Burhanuddin, 2013) . Untuk merumuskan tiga macam putusan tersebut, Kant membedakan dua macam putusan, yaitu putusan analitis apriori dan putusan sintesis aposteriori (Noor, 2010) . Dalam putusan analitis yang bersifat aprior...
 

Penerapan Filsafat dan Idiologi Penulisan Artikel sebagai Kewajiban Publikasi Mahasiswa

Kebijakan Publikasi Ilmiah Publikasi ilmiah memiliki peran penting dan menjadi indikator kemajuan suatu negara. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, perguruan tinggi mewajibkan calon lulusan S-1, S-2, dan S-3 di Indonesia memublikasikan karya ilmiahnya di jurnal (Surat Edaran Dirjen Dikti 152 E T 2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah, 2012) . Selain itu, dosen di perguruan tinggi dan peneliti di litbang dalam proses penjenjangan jabatan wajib memublikasikan hasil penelitiannya melalui buku, prosiding, dan jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional (Peraturan Menteri Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor, 2017) . Baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa wajib memublikasikan hasil kerjanya dalam bentuk karya ilmiah yang bermutu. Ukuran mutu dapat ditetapkan berdasarkan pengakuan dari pihak luar yang netral dan bertanggung jawab. Deng...