Langsung ke konten utama
Wenn Ich Ihn Nur Habe
Friedrich von Harderberg (1772-1801)

Wenn ich ihn nur habe,
Wenn er mein nur ist,
Wenn mein herz bi shin zum Grabe
Seine Treue nie vergisst:
Wei β ich nichts von Leide,
Fühle nichts als Andacht, Lieb und Freude.

Wenn ich ihn nur habe,
Laβ ich alles gern,
Folg an meinem wanderstabe
Treugesinnt nur meinem Herrn;
Lasse still die andern
Breite, lichte, volle Straβen wander.

Wenn ich ihn nur habe,
Schlaf ich fröhlich ein,
Ewig wird zu süβer Labe
Seines Herzens Flut mir sein,
Die mit sanften Zwingen
Alles wird erweichen und durchdringen.

Wenn ich ihn nur habe,
Hab ich auch die Welt,
Selig wie ein Himmelsknabe,
Der der Jungfrau Schleier halt
Hingesenkt im Schauen
Kann mir vor dem Irdischen nicht grauen.

Wo ich ihn nur habe,
Ist mein Vaterland;
Und es fällt mir jede Gabe
Wie ein Erbteil in die Hand;
Längst vermβte Brüder
Find ich nun in seinen Jüngern wieder.

Komentar

Anonim mengatakan…
hMmMMmmmmMMMmm...
kenapa bahasa jerman semua mz..
aku nggak tau...
hehe..

suka nulis yaw mz??
sama..

kamu tanya apakah anda mempunyai mimpi??

aku jawab yaw...
mimpiku adalah menjadi penulis besar...
amiiinnn...

hehehe...
Anonim mengatakan…
waaaahh...
pasti keren tuuh...
hehehe...

tapi sama aja mz..
aku nggak tau artina??
hehehe...
selain blog kamu ad yang laen mz??
FS mybe, or YM, or FB...
hehehe...
SYARIEF_RIEFFA mengatakan…
Asal Saja Kupunyai Dia

Asal saja kupunyai Dia
Asal saja Dia milikku
Asal jiwaku sampai ke kuburan,
Takkan lupakan kesetiaan-Nya
Aku takkan mengenal derita
Hanya rasakan khidmat, cinta, dan bahagia.
Asal saja kupunyai Dia
Akan kulepaskan segala
Ngikuti dengan tongkat perjalananku
Gustiku saja bersikap setia
Tenang kubiarkan yang lain
Berjalan di jalan yang lebar, terang, dan damai.
Asal saja kupunyai Dia
Aku tertidur gembira
Abadi air pasang hati-Nya
Akan jadi nikmat manis jiwaku
Yang dengan paksaan halus
Akan melunakkan dan menembusi semua
Asal saja kupunyai Dia
Aku juga punya dunia
Bahagia bagaikan anak surge
Yang megang cadar perawan
Tunduk dalam memandang
Hal duniawi takkan dapat melunakkanku.
Dimana saja kupunyai Dia
Di situ tanah airku
Dan setiap derma persembahan
Jatuh di tanganku sebagai warisan
Saudara yang sudah lama kurasakan hilang
Kini kutemukan kembali pada murid-muridnya.
Anonim mengatakan…
salam interisti..

mampir juga yah ke blog saya yang satu lagi.. lebih banyak ngebahas ttg inter,,

sedih nih cuman 0-0 :(

Postingan populer dari blog ini

‘a priori’ dan ‘a posteriori’

  Imanuel Kant dalam Kritik der Reinen Vernunft , membedakan adanya tiga macam putusan (Kant, 1998) . Pertama, Putusan analitis apriori ; dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subjek, karena sudah termuat di dalamnya (m i salnya, setiap benda menempati ruang). Kedua, Putusan sintesis aposteriori , misalnya pernyataan “meja itu bagus” di sini predikat dihubungkan dengan subjek berdasarkan pengalaman indrawi, karena dinyatakan setelah (=post, bahasa latin) mempunyai pengalaman dengan aneka ragam meja yang pernah diketahui. Dan ketiga, Putusan sintesis apriori ; disini dipakai sebagai suatu sumber pengetahuan yang kendati bersifat sintetis, namun bersifat apriori juga. Misalnya, putusan yang berbunyi “segala kejadian mempunyai sebabnya” (Burhanuddin, 2013) . Untuk merumuskan tiga macam putusan tersebut, Kant membedakan dua macam putusan, yaitu putusan analitis apriori dan putusan sintesis aposteriori (Noor, 2010) . Dalam putusan analitis yang bersifat aprior...
 

Sulitnya belajar Filsafat

Kesulitan belajar menjadi salah satu kendala dalam terjadinya proses pembelajaran yang efektif (Mary, 2020) . Kesulitan belajar merupakan hambatan yang ditemui seseorang dalam belajar yang dapat muncul dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari luar diri siswa itu sendiri yang menyebabkan siswa tersebut tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran (Minarti et al., 2015) . Kesulitan belajar ini juga terjadi pada pembelajaran filsafat (Mary, 2020; Miswari, 2016; Supriyatin, 2022) . Pembelajaran filsafat merupakan proses pembelajaran yang menuntut untuk berpikir tentang sesuatu yang abstrak. Sesuatu yang abstrak yang mempengaruhi pola pikir dan sikap perbuatan mereka sendiri. Menurut Descartes (1955) filsafat merupakan kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. Kita berpikir itulah yang menyebabkan kita ada (Descartes, 1955) . Karena itu, penanda penting manusia hakikatnya adalah kemampuan berpikir itu sendiri. Lalu bagaimana manusia yang tidak...