Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Tarigan, 2008). Membaca menempati posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia, terlebih pada era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Membaca merupakan sebuah jembatan bagi siapa saja dan di mana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan, baik di lingkungan dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan. Oleh karena itu, para pakar sepakat bahwa kemahiran membaca (reading literacy) merupakan conditio sine quanon (prasyarat mutlak) bagi setiap insan yang ingin memperoleh kemajuan (Harras, 2014).
Rene Descartes seorang filsuf dari Prancis pernah mengatakan bahwa “Aku berpikir maka aku ada (Cogitu Ergo Sum)”. Ungkapan tersebut dimaksudkan untuk membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan manusia itu sendiri. Keberadaan manusia bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa untuk berpikir sendiri. Menurut pandangan psikolog, manusia adalah objek ilmu pengetahuan yang memiliki pola pikir sehingga memiliki kecenderungan untuk mempelajari ilmu. Nah, kemampuan manusia untuk dapat berpikir sendiri dan kecenderungannya untuk mempelajari ilmu sangat dipengaruhi oleh informasi atupun ilmu pengetahuan yang ia dapat (Handoyo, 2017). Kemampuan seseorang dalam berpikir, berbicara, maupun mengekspresikan diri sangat dipengaruhi oleh apa yang ia baca. Semakin banyak yang ia baca maka semakin banyak pengetahuan yang ia dapat. Oleh karena itu membacalah supaya pengetahuan itu ada dalam pikiran dan hidupnya konsisten.
Daftar Pustaka
Handoyo,
M. E. (2017). Aku membaca maka aku ada. Universitas Negeri Semarang.
https://unnes.ac.id/gagasan/aku-membaca-maka-aku-ada
Harras,
K. A. (2014). Hakikat dan proses membaca. In Hakikat dan Proses Membaca.
Tarigan,
H. G. (2008). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
LURUH EGO
1.
Filsafat
2.
Filsafat mengalihkan itu ekstensi
3.
Filsafat membagi itu reduksi
4.
Filsafatnya yang ada itu ontology
5.
Filsafatnya yang mungkin ad aitu metafisik
6.
Filsafat mengenal itu apostriori
7.
Filsafat mengira itu apriori
8.
Filsafat pertama itu filsafat alam
9.
Filsafat dulu itu klasik
10.
Filsafat yang akan datang itu teleologi
11.
Filsafat lupa itu instiusi
12.
Filsafat ingat itu instiusi
13.
Filsafat kau itu subjektivisme
14.
Filsafat kit aitu objektif
15.
Filsafat terlambat itu reduksi
16.
Filsafat tidak hadir itu nihilism
17.
Filsafat tidur itu nihilisme
18.
Filsafat marah itu diterminisme
19.
Filsafat sakit itu disharmoni
20.
Filsafat kenapa mulai itu sepakat
21.
Filsafat tidak mulai itu instuisi
22.
Filsafat menyicil itu ekstensi
23.
Filsafat melompat itu transenden
24.
Filsafat pergi jauh itu transenden
25.
Filsafat kejepit itu mitos
26.
Filsafat hanyut itu aliran
27.
Filsafat terdampar itu mitos
28.
Filsafat tengelam itu submit
29.
Filsafat terapung itu superserv
30.
Filsafat sembunyi itu metafisik
31.
Filsafat bertanya itu kritis
32.
Filsafat menjawab itu antithesis
33.
Filsafat diskusi itu sintesis
34.
Filsafat baru saja itu apostriori
35.
Filsafat hubungan itu konektivisme
36.
Filsafat selesai itu mitos
37.
Filsafat tidak selesai infinite regress
38.
Filsafat belajar itu membangun
39.
Filsafat perintah itu ditermin
40.
Filsafat minuman keras itu hedonis
41.
Filsafat mudah digunakan itu pragmatisme
42.
Filsafat sekarang itu kontemporer
43.
Filsafat mimpi itu fiksi
44.
Filsafat wadah itu formalisme
45.
Filsafat isi itu substensialisme
46.
Filsafat memanjang itu ekstensi
47.
Filsafat melebar itu ekstensi
48.
Filsafat membesar itu ekstensi
49. Filsafat mendalam itu intensi
50. Filsafat memanjat itu intensi
Komentar